REFERENSI ONLINE BELAJAR (FILSAFAT)

REFERENSI ONLINE BELAJAR (FILSAFAT) 


  1. https://lsfdiscourse.org/
  2. https://www.pemikiran.com          (situs berbayar)
  3. https://iep.utm.edu/socrates/
  4. https://iep.utm.edu/plato/
  5. https://plato.stanford.edu/entries/aquinas/
  6. https://plato.stanford.edu/entries/aristotle/




Refleksi: 

Tokoh:

1.   Sokarates - Platon, Aristoteles - (SPA)

Urutan hidup  ketiganya.  Sokarates - Platon, Aristoteles - (SPA)

Sokrataes lahir sekitar tahun  470 SM, . Sumber lain mengatakan Sokrates lahir  di atena  469 SM (https://kids.grid.id/read/473853175/mengenal-3-filsuf-besar-yunani-kuno-socrates-plato-dan-aristoteles?page=all., Dia meninggal tahun  399 SM.  dikenal sebgai gurunya Platon  dan Xenophanes.  


Sokrates, dalam  mengajar, menggunakan teknik dialog (dua arah). 


PLATO


Platon , lahir sekitar tahun 428-427 SM, merupakan muridnya Sokrates. 

Plato mendirikan sekolah Akademia untuk mengembangkan pemikirannya juga di sana diajarkan tentang  Ilmu Pasti  dan Astrinomni.  Plato  menulis  Apologia, buku yang berisi pidato  pembelaan gurunya, yakni Sokrates di depan hakim d dalam persidangan .


Filsafat Plato bersifat Antropomorfisme  

Aristoteles  , lahir sekitar tahun 384 - 322  SM, merupakan muridnya Platon. Aristoteles merupakan gurunya Alexander Agung. 




JPS, 29 Juli 2025. 


Referensi 

https://lsfdiscourse.org/platon-dan-sokrates/

https://kids.grid.id/read/473853175/mengenal-3-filsuf-besar-yunani-kuno-socrates-plato-dan-aristoteles?page=all



*********
FILSUF SEBAGAI JURU MASAK: CATATAN TENTANG METODOLOGI FILSAFAT

By: Taufiqurrahman 

https://antinomi.org/filsuf-sebagai-juru-masak-catatan-tentang-metodologi-penelitian-filsafat/

Dalam berfilsafat, orang menggunakan  metode - metode. Ada banyak metode yang dipakai salah satunya adalah interpretasi. Metode ini kurang memadai karena  akan diarahkan menjadi ilmu sosial  berparadigma  interpretivisme  yang bertujuan menangkap  makna atau nilai dari setiap tindakan manusia (berpikir, berperilaku,  berbahasa).  Paradigma interpretivisnme  dalam ilmu sosial mengasumsikan bahwa setiap timdakan manusia  pasti mempunyai makna . Peletak dalsar Filosofis  paradigma interpretivisme adalah tokoh - tokoh Hermeneutika  seperti Wiliam Dithey, Martin Heidegger  sedangkan salah satu penyokong utama dalam  Ilmu Sosial adalah Clifford Geertz.  Dasar metafisik di balik asumsi  itu adalah  manusia itu makhluk yang rasional dan  otonom. Setiap tindakannya selalu didorong oleh alasan, keyakinan, atau pertimbangan personal tertentu, sehingga setiap tindakan yang teramati selalu menyembunyikan makna dan maksud. Filsafat yang menggunakan metode interpretasi ini bertujuan menyingkap makna dan maksud tersebut. 

https://antinomi.org/filsuf-sebagai-juru-masak-catatan-tentang-metodologi-penelitian-filsafat/...., diakses pada 29 Juli 2025, pkl 11.30 am). 

Selain Metode intepretasi, juga , ada metode dalam dalam berfilsafat yakni holistik. 

Selain metode di atas, juga  ada metede  kesinambungan historis. 

Menurut Taufiqurrahman , metode-metode filsafat di atas  tidak memadai karena cenderung mereduksi  fillsafat pada problem manuisa, padahal filasfat tidak hanya  membicarakan mnusia, karena Filsafat juga membicarakan pikiran hewan ( The Philosophy of  Animal Minds) dan juga kognisi tumbuh-tumbuhan (Philosophy of Plant Cognition). 

Karena metode di atas tidak memada, maka Taufiqurrahman  menganjurkan metode  inklusif  dan   non  reduktif , yakni Sejarah Filsafat dan Problem Filsafat, 



(JPS,  29 Juli 2025, )




Comments

Popular posts from this blog

ST. AGUSTINUS

PATER MARKUS SOLO KEWUTA, SVD

PARA FILSOF